Kain tenun rangrang merupakan kain
tradisional dari Bali dan Lombok. Yang ditenun oleh pengrajin-pengrajin
tenun yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Akan tetapi,
saat ini motif rangrang mulai banyak dipakai untuk kain batik print
yang tentu saja memiliki harga jual tenun rangrang yang jauh lebih murah dibanding kain tenun asli.
Salah satu kekayaan budaya bali,adalah kain tenunnya.Dan Nusa Penida merupakan salah satu sumbernya.
Siapapun
pasti tahu bahwa pulau Bali memiliki kekayaan budaya yang tak terbilang
banyaknya.Keindahan artistik terdapat setiap sudut.Kemanapun kita
menoleh,di sana terpampang kecantikan alam,Karya seni dan Kriya.Salah
satu produk budaya. Untuk mendapatkanj kain tenun rangrang yang lebih halus semuanya tergantung bahan dan cara memproduksinya dan harga jual tenun rangrang sangat berfariatif menurut ukuran dan corek warna
masyarakat Bali yang terkenal ialah kain tenun
seperti kain tenun Gringsing,kain poleng,kain songket dan kain
endek.Itu belum cukup karena masih ada jenis kain lainnya yang di
hasilkan oleh masyarakat Bali,tepatnya masyarakat Nusa Penida,yaitu kain
Rangrang.Kain Rangrang merupakan kain tenun yang di buat oleh penduduk
desa karang.Pembuatan kain tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari juga melestarikan kebudayaan tradisional karena kain
Rangrang di gunakan sebagai pelengkap sarana upacara keagamaan dan
pakaian adat.
Pembuatan kain tenun rangrang di lombok juga masih
menggunakan bahan-bahan alami untuk mendapatkan warnanya. Seperti
penggunaan kunyit, kulit manggis dan lengkuas. Kain-kain yang
menggunakan pewarna alam, tentu saja memiliki harga yang lebih mahal
dibanding dengan kain yang memakai bahan kimia.
Penggunaan kain
tenun rangrang saat ini banyak dipakai untuk busana ready to wear
seperti rok, dress, blazer dan bahkan digunakan untuk kemeja pria. Untuk
busana wanita, biasanya digunakan pula kain polos berjenis lain seperti
kain sifon, kain katun, kain satin, kain sutra bahkan kain jeans untuk
melengkapi busana berbahan kain tenun rangrang.
Dengan
berkembangnya trend fashion yang begitu cepat, kebutuhan masyarakat
untuk terus meng-update koleksi busana juga semakin meningkat. Akan
tetapi hal ini terkadang menjadi kendala untuk produsen busana ready to
wear dalam penyediaan kebutuhan ini. Biasanya disebabkan karena adanya
keterbatasan skill Sumber daya manusia penjahit yang memang memerlukan
ketrampilan khusus untuk menjahit
Cukup sekian info Info Menarik Sekitar Seputar Kain Tenun Rangrang di indonesia semoga bermanfaat bagi kita semua.