Jumat, 06 Maret 2015

Info Menarik Sekitar Seputar Kain Tenun Rangrang

  Kain tenun rangrang merupakan kain tradisional dari Bali dan Lombok. Yang ditenun oleh pengrajin-pengrajin tenun yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Akan tetapi, saat ini motif rangrang mulai banyak dipakai untuk kain batik print yang tentu saja memiliki harga jual tenun rangrang yang jauh lebih murah dibanding kain tenun asli.

Salah satu kekayaan budaya bali,adalah kain tenunnya.Dan Nusa Penida merupakan salah satu sumbernya.
Siapapun pasti tahu bahwa pulau Bali memiliki kekayaan budaya yang tak terbilang banyaknya.Keindahan artistik terdapat setiap sudut.Kemanapun kita menoleh,di sana terpampang kecantikan alam,Karya seni dan Kriya.Salah satu produk budaya. Untuk mendapatkanj kain tenun rangrang yang lebih halus semuanya tergantung bahan dan cara memproduksinya dan harga jual tenun rangrang sangat berfariatif menurut ukuran dan corek warna

masyarakat Bali yang terkenal ialah kain tenun seperti kain tenun Gringsing,kain poleng,kain songket dan kain endek.Itu belum cukup karena masih ada jenis kain lainnya yang di hasilkan oleh masyarakat Bali,tepatnya masyarakat Nusa Penida,yaitu kain Rangrang.Kain Rangrang merupakan kain tenun yang di buat oleh penduduk desa karang.Pembuatan kain tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga melestarikan kebudayaan tradisional karena kain Rangrang di gunakan sebagai pelengkap sarana upacara keagamaan dan pakaian adat.

Pembuatan kain tenun rangrang di lombok juga masih menggunakan bahan-bahan alami untuk mendapatkan warnanya. Seperti penggunaan kunyit, kulit manggis dan lengkuas. Kain-kain yang menggunakan pewarna alam, tentu saja memiliki harga yang lebih mahal dibanding dengan kain yang memakai bahan kimia.

Penggunaan kain tenun rangrang saat ini banyak dipakai untuk busana ready to wear seperti rok, dress, blazer dan bahkan digunakan untuk kemeja pria. Untuk busana wanita, biasanya digunakan pula kain polos berjenis lain seperti kain sifon, kain katun, kain satin, kain sutra bahkan kain jeans untuk melengkapi busana berbahan kain tenun rangrang.

Dengan berkembangnya trend fashion yang begitu cepat, kebutuhan masyarakat untuk terus meng-update koleksi busana juga semakin meningkat. Akan tetapi hal ini terkadang menjadi kendala untuk produsen busana ready to wear dalam penyediaan kebutuhan ini. Biasanya disebabkan karena adanya keterbatasan skill Sumber daya manusia penjahit yang memang memerlukan ketrampilan khusus untuk menjahit
Cukup sekian info Info Menarik Sekitar Seputar Kain Tenun Rangrang di indonesia semoga bermanfaat bagi kita semua.